MATA
KULIAH : PENYEHATAN
MAKANAN DAN MINUMAN - A
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM, S.ST.,
M.KES
LAPORAN
PRAKTIKUM
PEMERIKSAAN BAHAN TAMBAHAN (METHYL YELLOW, FORMALIN DAN FORMALIN) PADA SAMPEL MAKANAN SOMAY DAN SAUS KUNING
PEMERIKSAAN BAHAN TAMBAHAN (METHYL YELLOW, FORMALIN DAN FORMALIN) PADA SAMPEL MAKANAN SOMAY DAN SAUS KUNING
DI
SUSUN OLEH :
MUKRIM
PO.71.4.221.16.1.028
DIV
TINGKAT 2A
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES
KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI
D-IV
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Kuas atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan HIdayahnya sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum in dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga laporan praktikum ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun bagi pembaca dalam proses perkuliahan
ini.
Harapan saya semoga laporan praktikum ini membatu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun
isi laporan praktikum ini sehingga kedepannya lebih baik.
Laporan praktikum ini saya akui masih banyak kekurangan karena
pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan
kepada para pembaca unutk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan laporan praktikum ini.
Makassar, Maret 2018
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Dasar
Teori
Pangan dan makanan mempunyai fungsi yang sangat amat penting untuk
manusia karena merupakan kebutuhan utama dan menentukan kelangsungan hidup
manusia. Hak atas pangan adalah hak yang pangan adalah hak asasi yang paling
penting setelah hidup. Oleh karena itu setiap manusia berhak atas pangan yang
memadai baik kualitas dan kuantitasnya.
1. Methyl
Yellow
a. Uraian
Materi Methyl Yellow
Methanyl Yellow / Metanil
yellow atau kuning metanil merupakan zat warna sintetis berbentuk serbuk,
padat, berwarna kuning kecoklatan. Kuning metanil umumnya digunakan
sebagaipewarna tekstil, dan cat.
Zat
pewarna buatan yang biasa mengganggu kesehatan manusia bila dikomsumsi atau
melebihi batas, di negeri kita juga sering kali ditemukan makanan atau minuman
yang mengganggu bahan pewarna yang dilarang (Permenkes No. 32. Tahun 2017).
Bahan-bahan pewarna tersebut diantaranya
methyl yellow yang di campur ke dalam saus tomat, minuman, mie basah maupun
kering. Tahu, dan makanan dan minuman yang diperjual belikan dilingkungan kita.
Padahal sebenarnya, perwarna tersebut digunakan untuk indusrti tekstil. Bila
methyl yello dikonsumsi, akibatnya akan fatal. Dalam jangka waktu yang panjang
akan menyebabkan kanker. Masih banyak jenis pewarna buatan yang sering
digunakan misalnya :
1)
Tartazine
(kuning-jingga)
2)
Rhodamine-B
3)
Sunset
yellow (merah-jingga)
4)
Carmoisine
(merah)
5)
Quinoline
yellow
6)
Ponceau
4R (merah terang)
7)
Brilliant
blue FCF, biasanya digunakan untuk es kriim
8)
Eritsorit
(merah)
b. Cara
membedakan pewarna alami dan pewarna Non Food Colour
Sebagai langkah keamanan lebih baik
mengkonsumsi makanan yang tidak diwarnai, sebaiknya menggunakan pewarna alami,
karena dijamin tidak membahayakan.
Cirri-ciri visual yang dapat digunakan
sebagai patokan dalam memilih makanan diapasaran adalah sebagai berikut :
Pewarna alami :
1)
Warna
agak suram
2)
Mudah
larut dalam air
3)
Membutuhkan
bahan perwarna lebih banyak (kurang mampu mewarnai dengan baik)
4)
Membutuhkan
waktu yang lama untuk meresap kedalam
produk.
Pewarna Non Food Colour :
1)
Warna
cerah sekali
2)
Tidak
mudah larut dalam air
3)
Membutuhkan
waktu yang lebih sedikit, karena dalam konsentrasi rendah sudah mampu mewarnai
dengan baik
4)
Cepat
meresap dalam produk.
2. Boraks
a. Uraian
Materi Boraks
Boraks adalah
campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa
makanan tradisional, seperti karak dan gendar. Sinonimnya natrium
biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.
Boraks adalah senyawa berbentuk Kristal putih, tidak berbau dan
stabil pada suhu serta tekanan normal. Umumnya digunakan untuk mematri logam,
proses pembuatan gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, serta pembasmi kecoa.
Boraks biasanya digunakan sebagai bahan pembersih dan antiseptic yang berupa
hablur (Kristal) berwarna kuning atay serbuk berwarna coklat yang biasan juga
digunakan membantu melelehkan zat padat. Jika dikonsumsi dapat menimbulkan
berbagai penyakit, dapat merusak jaringan saraf dan gangguan ginjal dan hati.
Boraks dalam tubuh manusia bersifat akumulatif dalam organ tubuh
seperti menggunakan boraks. Boraks sejak lama telah digunakan masyarakat untuk
pembuata gender nasi, krupuk gender, atau krupuk puli yang secara tradisional
di jawa disebut ”karak” atau “lempeng”. Disamping itu boraks digunakan
diindustri makanan seperti dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, bakso
bahkan dalam pembuatan kecap.
b. Cara
mengetahui makanan yang mengandung boraks
Cukup sulit menentukan apakah suatu makanan
mengandung boraks, hanya lewat uji coba laboraturium, semua bisa jelas. Namun
dilihat dari luar tetap bias dicermati suatu bahan makanan aman dari boraks
atau tidak.
1)
Mie
basah, cirri-cirinya :
-
Tekstur
kental
-
Terlihat
lebih mengkilat
-
Tidak
lengket
-
Dan
tidak mudah putus
2)
Bakso,ciri-cirinya
:
-
Lebih
kenyal dibanding bakso tanpa boraks
-
Bila
digigit akan kembali ke bentuk semula
-
Tahan
lama dan awet beberapa hari
-
Bila
dilempar kelantai akan memantul seperti bola bekel
-
Warna
tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi cenderung keputihan
-
Bakso
yang aman berwarna abu-abu segar merata disemua bagian, baik pinggir maupun
ditengah.
c. Akibat
penggunaan boraks
Boraks berampak buruk terhdapa kesehatan
apabila dikonsumsi oleh manusia, oleh karena mengandung bahan-bahan kimia yang
sangat berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi.
3. Formalin
a. Uraian
Materi Formalin
Formalin merupakan cairan tidak berwarna yang
digunakan sbagai bahan desinfektan pembasmi serangga, dan pengawet yang
digunakan dalam industry tekstil dan kayu, formalin memiliki bau yang sangat
menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alcohol.
Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan
adalah sebagai berikut :
1)
Jika
terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, sukar
bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapt menyebabkan kanker paru-paru.
2)
Jika
terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal dan kulit terbakar.
3)
Jika
terkena mata kana menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata,
pandangan kabur bahkan kebutaan.
4)
Jika
tertelan akan menyebabkan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa
perih, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf,
kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.
b.
Jenis
makanan yang sering menggunakan formalin
Beberapa contoh makanan yang sering
menggunakan formalin adalah :
1)
Bakso
yang menggunakan formalin, agar memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari
kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
2)
Ikan
basah yang tidak rusak sampai 3 hari pda suhu kamar, insang berwarna merah tua
dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.
3)
Tahu
yang terbentuk bagus, kenyal tidak mudah hancur, awet hingga lebih tiga hari
bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es dan bau khas formalin.
4)
Mie
basah biasanya lebih awet dari 2 hari pada suhu kamar, berbau, menyengat,
kenyal, tidak lengket.
B. Tujuan
1.
Untuk
dapat mengetahui dan mengidentifikasi Methyl Yellow, Boraks dan Formalin pada
makanan somay
dan saus kuning.
2.
Untuk dapat mengetahui makanan yang
mengandung Methyl Yellow, Boraks dan Formalin.
BAB II
METODE PEMERIKSAAN
A.
Tempat dan Waktu
Sampel 1 :
saus kuning / orange
Tempat pengambilan sampel : jl. Cilallang (dekat kampus analis
kesehatan)
Waktu pengambilan sampel : 08:30
Sampel 2 :
somay
Tempat Pengambilan Sampel : jl. Cilallang (dekat kampus analis
kesehatan)
Waktu Pengambilan sampel : 08:30
B.
Alat dan Bahan
1. Alat dan bahan pemeriksaan Methyl Yellow
Alat :
a. Lumpung
b. Beacker gelas
c. Pipet ukur dan pipet tetes
d. Petridish
e. Cawan perselin
f. Tabung reaksi
Bahan :
a. Sampel
b. Reagent Methanyl yellow-1
c. Larutan standar warna methanyl yellow
d. Aquades
2. Alat dan bahan pemeriksaan Boraks
Alat :
a. Lumpang
b. Petridish
c. Oven
d. Pipet ukur
e. Pipet tetes
f. Cawan porselin
Bahan :
a. Sampel
b. Reagent boraks (BO4O7)
c. Larutan standart boraks
d. Kertas boraks
3. Alat dan bahan pemeriksaan Formalin
Alat :
a. Petridish
b. Pipet tetes
c. Beacker gelas
d. Pengaduk
e. Tabung reaksi
f. Gelas ukur
g. Lumpang
h. Timbangan
Bahan :
a. Sampel
b. Aquadest
c. Larutan reagenf FO-1
d. Larutan reagent FO-2
e. Larutan standar Formaldehy
C.
Prosedur Kerja
1. Methyl yellow
a. Timbang sampel sebanyak 25gr dalam volume 50
ml air.
b. Haluskan dengan menggunakan lumping
c. Untuk sampel minuman yang sudah cair tidak
perlu dilakukan perlakuan awal
d. Siapkan tabung reaksi dan masukkan 0,5 -1 ml
sampel
e. Tambahkan reagen “methyl yellow, - 1”
sebanyak 2 tetes
f. Diamkan beberapa saat akan terbentuk warna
merah muda seulas sampai pekat (merah tajam) menunjukkan methSiapkan tabung
reaksi dan masukkan 0,5 -1 ml sampel
g. Tambahkan reagen “methyl yellow, - 1”
sebanyak 2 tetes
h. Diamkan beberapa saat akan terbentuk warna
merah muda seulas sampai pekat (merah tajam) menunjukkan methyl yellow positif
i.
Bandingkan
dengan deret standart methyl yellow.
2. Boraks
a. Timbang sampel sebanyak 25 gram
b. Haluskan dengan menggunakan lumping
c. Tamnahkan aquadest sebanyak 50 ml, aduk
hingga homogen
d. Untuk sampel minuman cair, tidak perlu
dilakukan perlakuan awal, karena boraks dalam keadaan dingin membentuk garam
sebaiknya sampel sebelum diperiksa dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu 800c
selama 3-5 menit setelah tercapai
e. Masukkan sampel kedalam tabung reaksi
sebanyak 5 ml
f. Tambahkan reagen boraks teteskan 3 tetes
diaduk hingga merata
g. Siapkan ertas boraks teteskan sampel pada
perlakuan “2” pada permukaan 3 tetes dan diamkan beberapa saat jika ada. Boraks
akan terbentuk perubahan warna dari uning menjadi merah.
h. Untuk lebih menyakinkan bandingkan dengan
standar boraks.
3. Formalin
a. Timbang sampel sebanyak 25 gr
b. Gerus sampai halus, dan tambahkan 50 ml
aquadest
c. Masukkan dalam tabung sampel.
d. Tambahkan 5 tetes larutan FO-1 tunggu hingga
3 menit
e. Tambahkan 1 sdt reagent FO-2, tunggu selama 5
menit
f. Bandingkan dengan larutan standar
g. Contoh hasil pemeriksaan sampel ikan laut
akan posifit mengandung formalin sebesar 0,8 mg/l.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Hasil
Dari pemeriksaan menunjukkan hasil sebagai
berikut :
1. Methyl yellow pada sampel saus kuning
yaitu 0 (nol)
2. Boraks pada sampel somay yaitu 0 (nol)
3. Formalin pada sampel somay yaitu 25 mg/l
B. Analisa
hasil
1. Methyl yellow
Dari hasil yang didapatkan diatas maka
analisa yang dapat diambil yaitu makanan yang diperiksa karna dianggap aman
untuk dikonsumsi, kemudian jika terdapat kandungan methyl yellow perlu
dilalukan perwaspadaan karna jika dikonsumsi akan terdegradasi dalam tubuh
dalam waktu yang lama.
2. Boraks
Dari hasil pemeriksaan maka dinyatakan bahwa
makanan tersebut aman dari kandungan boraks, di perkuat dengan hasil uji dari
laboraturium didapatkan hasil 0 (nol) dan juga dari segi fisik dapat dilihat
bahwa somay tersebut tidak terlalu kenyal dan juga tidak berwarna pucah seperti
halnya bila somay yang terkandung boraks.
3. Formalin
Pada pemeriksaan diatas yaitu didapatkan
hasil 25 mg/l. kemudian jika dikaitkan dengan permenkes No. 32 Tahun 2017 yang
merupakan kadar ambang batasnya yaitu 0,1 mg/l, dan jika dilihat dari hasil
diatas dinyatakan makana yang diperiksa tidak aman. Memang dampaknya tidak
langsung tapi dirasakan tapi akan terakumulasi didalam tubuh dan bereaksi dalam
waktu yang lama.
Kemudian dikaitkan juga dengan kondisi fisik makanan
tersebut yaitu sangat kenyal dan tidak mudah hancur seperti somay bbiasa yang
tidak mengandung formalin didalamnya.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu :
1. Pemeriksaan makanan (saus kuning) di atas dikatakan
aman / layak dikonsumsi karna tidak mengandung methyl yellow
2. Pemeriksaan makanan (somay) diatas dinyatakan
bebas dari kandungan boraks dan aman dikomsumsi
3.
Pemeriksaan
makanan (somay) diatas dinyatakan tidak aman karna mengandung formalin yang seharusnya
hanya bias terdapat pada makanan yaitu maksimal 0,1 mg/l (Permenkes No. 32
Tahun 2017).
B. Saran
Dalam pelaksaan praktikum hendaknya di
cermati dengan seksama sehingga tidak menimbulkan suatu hal yang tidak
diinginkan.
Kemudian sangat diperlukan kritik dari
pembaca agar tercapainya penyusunan laporan yang lebih baik kedepannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonym:http://yejepe.blogspot.co.id/2016/06/laporan-praktikum-kimia-pangan-btmbtp.html.
diakses pada tanggal 20 April 2018.
Anonym:https://www.scribd.com/doc/123443374/Metanil-Yellow-Atau-Kuning-Metanil-Merupakan-Zat-Warna-Sintetis-Berbentuk-Serbuk
diakses pada tanggal 20 April 2018.
https://id.wikipedia.org/wiki/Boraks
diakses pada tanggal 20 April 2018.
https://id.wikipedia.org/wiki/Formaldehida
diakses pada tanggal 20 April 2018.
Inayah, dkk; Modul Praktikum PMM-A; Poltekkes
Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan, 2018.

Komentar
0