TRIAS EPIDEMIOLOGI
MATA
KULIAH : EPIDEMIOLOGI LINGKUNGAN
DOSEN PENGAJAR : HADERIAH., SKM., M.Kes
DOSEN PENGAJAR : HADERIAH., SKM., M.Kes
RANGKUMAN
MATERI SEGITIGA EPIDEMIOLOGI LIINGKUNGAN
DISUSUN OLEH :
MUKRIM
PO.71.4.221.16.1.028
DIV TINGKAT 1A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES
MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI DIV
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan penyusunan Ringkasan Materi Kuliah Segitiga Epidemiologi
Lingkungan dan ditujukan kepada Ibu Haderiah., SKM., M.Kes. Tugas ini, disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah
Epidemiologi Lingkungan dan meningkatkan minat baca kami.
Dengan penyusunan makalah ini
diharapkan agar mahasiswa dapat lebih meningkatkan pengetahuan Epidemiologi
Lingkungan, dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perolehan hasil
belajar.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan
kualitas makalah ini.
Makassar, Maret 2017
Penyusun
Penyusun
LEMBAR
PENGESAHAN :
RANGKUMAN
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
Di
susun oleh :
MUKRIM
PO.71.4.221.16.1.028
D.IV
Tingkat 1A
D.IV
KESEHATAN LINGKUNGAN
Di
sahkan oleh :
Administrasi
Perpustakaan Tingkat 1
Hj.
HADRIANI
TRIAS
EPIDEMIOLOGI
A.
SEGITIGA UTAMA
EPIDEMIOLOGI
Segitiga
epidemiologi merupakan konsep dasar epidemiologi yang memberikan gambaran
tentang hubungan antar tiga faktor utama yang berperan dalam terjadinya
penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Segitiga ini merupakan gambaran
interaksi antara tiga faktor yakni host (tuan
rumah = pejamu), agen (agen = faktor
penyebab), dan environment
(lingkungan). Timbulnya penyakit berkaitan dengan gangguan interaksi antara
tiga faktor ini.
Penyakit
menular adalah penyakit yang ditularkan melalui berbagai media. Penyakit jenis
ini merupakan masalah kesehatan yang besar di hampir semua negara berkembang
karena angka kesakitan dan kematiannya
yang relatif tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Berbeda dengan penyakit
tidak meular biasanya bersifat menahun dan banyak disebabkan oleh gaya hidup (life style). Penyakit menular bersifat
akut (mendadak) dan menyerang semua lapisan masyarakat. Penyakit jenis ini
masih diprioritaskan mengingat sifat menularnya yang bisa menyebabkan wabah dan
menimbulkan kerugian yang besar.
Penyakit
menular merupakan hasil perpaduan berbagai faktor yang saling mempengaruhi.
Faktor trsebut yaitu lingkungan (environment),
penyebab penyakit (agen), dan pejamu (host). Ketiga faktor penting ini
disebut segitiga epidemiologi (epidemiological
triangle). Hubungan ketiga faktor tersebut menggambarkan secara sederhana
sebagai timbangan, yaitu agen penyebab penyakit pada satu sisi dan pejamu pada sisi yang lain dengan lingkungan
sebagai penumpunya.
Bila
agen penyebab penyakit dengan pejamu berad a dalam keadaan seimbang, maka
seseorang berada pada keadaan sehat.
Perubahan keseimbangan akan menyababkan seseorang sehat atau sakit. Penurunan daya tahan tubuh akan
menyebabkan ‘bobot’ agen penyebab penyakit menjadi lebih berat sehingga
seseorang menjadi sakit. Demikian pula bila agen penyakit lebih penyakit lebih
banyak atau lebih ganas sedangkan faktor pejamu tetap, maka bobot agen penyakit
menjadi lebih berat. Sebaliknya jika daya tahan tubuh seseorang baik atau
meningkat maka ia dalam keadaan sehat. Apabila faktor lingkungan berubah
menjadi cenderung menguntungkan agen penyebab penyakit, maka orsng akan sakit.
Pada prakteknya seseorang menjadi sakit akibat pengaruh berbagai faktor
berikut.
1.
Faktor
penjamu (host = tuan rumah)
Penjamu adalah manusia atau makhluk
hidup lainnya, termasuk burung dan arthropoda, yang menjadi tempat terjadinya
proses alamiah perkembangan penyakit. Faktor penjamu yang berkaitan dengan
kejadian penyakit dapat berupa : umur, jenis kelamin, ras, etnik, anatomi tubuh
dan status gizi.
Yang termasuk dalam faktor penjamu
adalah:
a. Genetik;
faktor keturunan atau genetik berhubungan dengan konstitussi tubuh manusia,
daya tahan tubuh, kepekaan terhadap zat asing, termasuk agen penyebab penyakit.
b. Umur;
ada kecenderungan penyakit menyerang umur tertentu.
c. Jenis
kelamin (gender); ditemukan penyakit
yang terjadi lebih banyak atau hanya mungkin pada wanita.
d. Suku/ras/warna
kulit; dapat ditemukan perbedaan antara ras kulit putih (white) dengan orang kulit hitam (black) di Amerika.
e. Keadaan
fisiologi tubuh; kelelahan, kehamilan, pubertas, stres, atau keadaan gizi.
f. Keadaan
imunologi; kekebalan yang diperoleh karena adanya infeksi sebelumnya,
memperoleh antibodi dari ibu, atau pemberian kekebalan buatan (vaksinasi).
g. Tingkah
laku (behavoir); gaya hidup (life style), personal hygiene, hubungan antarpribadi, dan
rekreasi.
2. Faktor Agen
Agen (faktor penyebab) adalah suatu
unsur, organisme hidup atau kuman infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya suatu
penyakit. Pada beberapa penyakit agen ini adalah sendiri (single), misalnya
pada penyakit-penyakit infeksi, sedangkan yang lain bisa terdiri dari beberapa
agen yang bekerja sama, misalnya pada penyakit kanker. Agen dapat berupa unsur
biologis, unsur nutrisi, unsur kimiawi, dan unsur fisika.
Yang
dapat dimasukkan sebagai faktor agen adalah:
a. Faktor
nutrisi (gizi); bisa dalam bentuk kelebihan gizi misalnya tinggi kadar
kolesterol, atau kekurangan gizi baik lemak, protein, dan vitamin.
b. Penyebab
kimiawi; misalnya zat-zat beracun (karbon monoksida), asbes, kobalt, atau zat
allergen.
c. Penyebab
fisika; misalnya radiasi dan trauma mekanik (pukulan, tabrakan).
d. Penyebab
biologis;
§ Metazoa;
cacing tambang, cacing gelang, schistosomiasis.
§ Protozoa;
ameba, malaria.
§ Bakteri;
sifilis, thypoid, pneumonia, tuberkulosis.
§ Fungi
(jamur); histoplasmosis, taenia pedis.
§ Rickettsia;
rocky mountain spotted fever.
§ Virus
campak, cacar (smallpox),
poliomyelitis.
Konsep
faktor agen ini secara klasik memang hanya mendefinisikan sebagai organisme
hidup atau kuman infeksi yang dapat menyebabkan penyakit. Pengertian agen ini
tentunya hanya sebatas penyebab untuk penyakit infeksi.
Pengetahuan
mengenai sifat-sifat agen sangat penyakit untuk pencegahan dan penanggulangan
penyakit. Sifat-sifat tersebut termasuk ukuran, kemampuan berkembang biak,
kematian agen, atau daya tahan terhada pemanasan atau pendinginan.
Kemampaun
berkembang biak suatu agen penyakit memberikan informasi jumlah mikroba dalam
waktu tertentu.
3.
Faktor
lingkungan
Lingkungan adalah semua
factor luar dari suatu individu yang dapat berupa lingkungan fisik, biologis,
dan social. Yang tergolong factor lingkungan meliputi:
a. Lingkungan
fisik: Geologi, iklim, geografik.
b. Lingkungan
Biologis: misalnya kepadatan penduduk, flora (sebagai sumber bahan makanan) dan
fauna (sebagai semua protein).
c. Lingkungan
social: berupa migrasi, keadaan social masyarakat ( kekacauan, bencana alam,
perang, banjir).
d. Lingkungan
tempat tinggal: sanitasi lingkungan perumahan sangat berkaitan dengan penularan
penyakit. Rumah dengan pencahayaan yang kurang memudahkan perkembangan sumber
penyakit. Sinar matahari mengandung sunar ultra violet yang bisa membunuh kuman
penyakit.
B. PENJELASAN TRIAS
EPIDEMIOLOGI
Untuk
menggambarkan infeksi antara faktor-faktor agent, host, environment, Jhon
Gordon menganalogikan sebagai timbangan penumpil (pengungkit) dengan lingkungan
sebagai titik tumpulnya.
Perubahan
dari keseimbangan dapat dilihat dari contoh-contoh berikut:
(1)
A P
|
L
|
L
(2)
P
|
L
|
A
L
(3) P
|
L
|
A
L
(4)
|
L
|
A
L
(5) A
|
L
|
P
L
Kalau
keadaan keseimbangan tercapai seperti pada gambar:
(1)
Maka baik agent
maupun pejamu tidak dirugikan pada keadaan ini terdapat suasana hidup yang
berdampingan secara damai antara agent dan host (pejamu).
(2)
Menggambarkan
peningkatan dari kemampuan agent untuk menginfeksikan serta menyebabkan
penyakit pada manusia misalnya; perubahan sifat dari virus influenza dapat
meningkatkan kekebalan dari pejamu sebelumnya menjadi tidak efektif sebaliknya
keadaan.
(3)
Menggambarkan
peningkatan proporsi kerentanan dari populasi manusia misalnya pada situasi
kekurangan pangan dan gizi atau sesudah terjadinya bencana alam seperti banjir,
gempa bumi, dan lain-lain.
Perubahan lingkungan
dapat pula menyebabkan pergeseran titik tumpu kearah agent sehingga merangsang
penyebaran agent.
(4)
Sebagai contoh
keadaan banjir menyebabkan sungai-sungai dan badan-badan air lainnya meluap dan
terbawa pula mikroorganisme atau zat-zat berbahaya lainnya yang dapat menkontaminasi
sumber air minum. Sebagai akibatnya terjadi wabah penyakit yang menularkannya
melalui air.
Disamping itu perubahan
lingkungan dapat pula menyebabkan perubahan kerentanan pejamu.
(5) Sehingga
terjadi pergeseran titik tumpu kearah pejamu. Keadaan ini terjadi misalnya pada
perkembangan daerah idustri yang pesat menyebabkan konsentrasi zat-zat pencemar
di udara meningkat dan hal ini merugikan kerentanan pada manusia, terutama
infeksi saluran pernapasan.
Hendrik
L Blum mengemukakan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh serta kepentingan yang
relatif besar dalam hal perannya sebagai salah faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat.
LAMPIRAN SOAL
1.
adalah penyakit
yang ditularkan melalui berbagai media. Penyakit jenis ini merupakan masalah
kesehatan yang besar di hampir semua negara berkembang karena angka
kesakitan dan kematiannya yang relatif
tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Pernyataan diatas merupakan pengertian
dari?
a.
Penyakit
menular
b.
Penyakit yang
ditularkan
c.
Penyakit infeksi
d.
Penyakit endemis
2.
Yang termasuk
dalam faktor penjamu adalah:
a. Faktor
nutrisi
b. Genetik
c. Metazoa
d. Lingkungan
social
3.
.
A P
|
L
|
L
Dari
gambar diatas menandakan keadaan dimana?
a. Menggambarkan
peningkatan dari kemampuan agent untuk menginfeksikan serta menyebabkan
penyakit pada manusia
b.
Menggambarkan
peningkatan proporsi kerentanan dari populasi manusia misalnya pada situasi
kekurangan pangan dan gizi atau sesudah terjadinya bencana alam seperti banjir,
gempa bumi, dan lain-lain.
c.
Maka
baik agent maupun pejamu tidak dirugikan pada keadaan ini terdapat suasana
hidup yang berdampingan secara damai antara agent dan host (pejamu).
d. Semuanya
benar.
4.
Faktor nutrisi
(gizi); bisa dalam bentuk kelebihan gizi misalnya tinggi kadar kolesterol, atau
kekurangan gizi baik lemak, protein, dan vitamin. Merupakan bagian dari
a. Faktor
lingkungan
b. Faktor
makanan
c. Faktor
pejamu
d. Faktor agent
5.
Bapak kesehatan
lingkungan atau perancang segitiga epidemiologi adalah…..
a. Thomas
wilson
b. Jack
daniels
c. Hendrik
d. Jhon Gordon
DAFTAR
PUSTAKA
ü BUSTAN.
M.N. 2011. Pengantar Epidemiologi. Makassar: Rineka Cipta.
ü Widoyono.
2011. Penyakit Tropis (Epidemiologi, Penularan, Pencegahan &
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
ü Muntu,
Ronny. 2015. Dasar-Dasar Kesehatan
Lingkungan. Makassar.

Komentar