LOGAM BERAT MUKRIM
MATA
KULIAH : PENYEHATAN
MAKANAN DAN MINUMAN - A
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM, S.ST.,
M.KES
LAPORAN
PEMERIKSAAN LOGAM BERAT (TIMBAL, MERKURI DAN SIANIDA) PADA SAMPEL MAKANAN SONGKOLO BANDANG DAN MPEK-MPEK TELUR
PEMERIKSAAN LOGAM BERAT (TIMBAL, MERKURI DAN SIANIDA) PADA SAMPEL MAKANAN SONGKOLO BANDANG DAN MPEK-MPEK TELUR
DI
SUSUN OLEH :
MUKRIM
PO.71.4.221.16.1.028
DIV
TINGKAT 2A
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES
KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI
D-IV
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Kuas atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan HIdayahnya sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum in dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga laporan praktikum ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun bagi pembaca dalam proses perkuliahan
ini.
Harapan saya semoga laporan praktikum ini membatu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun
isi laporan praktikum ini sehingga kedepannya lebih baik.
Laporan praktikum ini saya akui masih banyak kekurangan karena
pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan
kepada para pembaca unutk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan laporan praktikum ini.
Makassar, Maret 2018
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Dasar
Teori
Pangan dan makanan mempunyai fungsi yang sangat amat
penting untuk manusia karena merupakan kebutuhan utama dan menentukan
kelangsungan hidup manusia. Hak atas pangan adalah hak yang pangan adalah hak
asasi yang paling penting setelah hidup. Oleh karena itu setiap manusia berhak
atas pangan yang memadai baik kualitas dan kuantitasnya.
Pancemaranan logam berat pada lingkungan merupakan sutu
proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia. Pada
awalnya digunakannya, belum diketahui pengaruh terhadap lingkungan. Proses oksidasi
pada logam yang menyebabkan perkaratan sebetulnya merupakan tanda-tanda adanya
pencemaran.
Akhir-akhir ini kasus keracunan logam berat yang berasal
dari makanan semakin meningkat jumlahnya. Logam berat masuk kedalam tubuh
manusia melalui mulut, yaitu makanan yang terkontaminasi oleh alat masak, wadah
(minum/makanan kaleng) dan juga melalui pernapasan seperti asapdari pabrik dan
kendaraan. Kontaminasi makanan juga bias terjadi dari tanaman pangan (bidang
pertanian) yang ddiberi pupuk dan pestisida yang mengandung logam berat
(Darmono, 1995).
1. Timbal
(Pb)
Timbal merupakan logam yang sangat popular dan
banyak di kenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang
digunakan industry non pangan dan paling banyak menimbulkan keracuna pada makhluk hidup. Pd adalah sejenis logam
yang lunak dan berwarna cokelat kehitam-hitaman. Serta mudah dimurnikan dari
pertambangan. Dalam pertambangan, logam ini berbentuk sulfide logam (Pbs), yang
sering disebut galena. Senyawa ini banyak ditemukan dalam pertambangan
diseluruh dunia. Bahaya yang yang ditimbulkan oleh penggunaan Pb ini adalah
sering menyebabkan keracunan.
2. Merkuri
Merkuri
merupakan salah satu logam berat yang paling berbahaya. Merkuri dengan nomor
atom 80 dikenal juga sebagai “air raksa”, mempunyai simbol kimia Hg, yang
merupakan singkatan dari bahasa Yunani “Hydrargyricum” yang berarti cairan
perak. Merkuri (Hg) merupakan salah satu dari jenis logam berat yang memiliki
efek toksik paling berbahaya bersama dengan timbal (Pb) dan kadmium
(Cd). Cd, Pb, dan Hg dikenal sebagai the big three heavy
metal (= tiga logam berat paling berbahaya) dengan tingkat toksisitas
tertinggi pada kesehatan manusia. Merkuri
dianggap sebagai logam berbahaya karena sebagai ion atau dalam bentuk senyawa
tertentu mudah diserap ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, merkuri dapat menghambat
fungsi dari berbagai enzim bahkan dapat menimbulkan kerusakan sel.
3. Sianida
(CN)
Sianida
adalah zat beracun yang sangat mematikan. Sianida telah digunakan sejak ribuan
tahun yang lalu. Efek dari sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan
kematian dalam jangka waktu beberapa menit. Keracunan hidrogen sianida dapat
menyebabkan kematian, dan pemaparan secara sengaja dari sianida (termasuk garam
sianida) dapat menjadi alat untuk melakukan pembunuhan atau pun bunuh diri Sianida
adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyNo C dengan atom karbon
terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN- dapat ditemukan dalam bentuk
senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair, setiap
senyawa tersebut dapat melepaskan anion CN- yang sangat beracun. Sianida dapat
berbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia dan memiliki sifat racun yang
sangat kuat dan bekerja dengan cepat. Contohnya adalah HCN (hydrogen sianida)
KCN (kalium sianida).
B. TUJUAN
Mengetahui cara mengidentifikasi Logam Berat (Timbal, Sianida, dan
Merkuri) pada makanan (kue bandang lojo dan empek-empek telur).
BAB II
METODE PEMERIKSAAN
A. TEMPAT
DAN WAKTU
Sampel I :
Kue songkolo Bandang
Tempat pengambilan sampel : Jln. Dr Sam Ratulangi
Waktu pengambilan : Senin, 12 Maret 2018 (09:30)
Sampel II :
empek-empek telur
Tempat :
Jln. Singa
Waktu pengambilan sampel : Senin, 12 Maret 2018 (09:35)
B. ALAT
DAN BAHAN
1.
Timbal (Pb)
Alat
:
a. Gelas Ukur
b. Beacker Glass 100 ml
c. Timbangan digital
d. Spectroquant nova 60
e. Gelas sampel 5 ml
f. Lumping dan alu
Bahan
:
a. Kue bandang lojo
b. Aquades
c. Reagen Pb
2. Merkuri (Hg)
Alat
:
a. Timbangan Digital
b. Sendok
c. Lumpang dan alu
d. Gelas ukur
e. Tabung reaksi
Bahan
:
a. Mpek-mpek telur
b. Merkuri paper
c. Aquades
d. Pereaksi merkuri
3. Sianida (Cn)
Alat
:
a. Timbangan digital
b. Sendok
c. Lumpang dan alu
d. Glass erlenmeyer
e. Gelas ukur
Bahan :
a. Samel makanan
b. Aquadest
c. Cn bubuk dan Cn tetes
d. Cyanide tes kits
C. PROSEDUR KERJA
1. Timbale (Pb) Timbal (Pb)
a. Sampel makanan
ditimbang sebanyak 10 gr
b. Sampel dihaluskan dengan
menggunkana lumpung dan alu
c. Sampel dipindahkan ke dalam
gelas ukur
d. Kemudian tuangkan aquades
sedikit demi sedikit hingga 50 ml dan sambil diaduk
e. Sampel dimasukkan sebanyak
5 ml ke dalam gelas sampel lalu tambahkan reagen Pb sebanyak 3 tetes
f. Sampel dituang kedalam
cuvet dan diperiksa menggunakan spectroquant nova 60
g. Amati hasil yang keluar
2. Merkuri (Hg)
a. Ukur sampel sebanyak 5 ml
untuk pengukuran merkuri
b. Kemudian masukkan kedalam
tabung reaksi setelah itu ditambahkan pereaksi merkuri -1 (Hg
c. Teteskan kertas merkuri
pada perlakuan dua di permukaan sebanyak 3 tetes dan diamkan sampai berubah
warna menjadi putih
d. dan lihat konsentrasi pada
lertas merkuri paper
e. kemudian amati hasilnya
3. Sianida (Cn) Sianida (CN)
a. Sampel makanan ditimbang
sebanyak 10 gr
b. Haluskan sampel yang sudah
ditimbang dengan menggunakan lumpang dan alu
c. Pindahkan sampel masuk
kedalam gelas ukur
d. Tuangkan aquadest sedikit
demi sedikit hingga 50 ml dan di aduk
e. Samel dimasukkan sebanyak 6
ml setiap botol lalu boto; sebagai pembanding ditambahkan Cn-1 sebanyak 1
sendok. Cn-2 1 Sensdo dan Cn-3 senayak 3 tetes
f. Diamkan selama 5 menit
g. Amati hasilnya
BAB
III
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. HASIL
Dari hasil pemeriksaan Timbal (Pb), Merkuri
(Hg) dan Sianida (Cn) pada kue songkolo bandang dan mpek mpek telur yaitu:
1. Kandungan
timbal (Pb) : 67,3 Mg/kg pada sampel
mpek-mpek telur
2. Kandungan sianida (Cn) : 0 pada sampel songkolo bandang
3. Kandungan merkuri (Hg) : 0 pada sampel mpek-mpek
B. ANALISA HASIL
Dari hasil pemeriksaan diatas dan menjadi fokus/letak
analisa saya yaitu pada Timbal (Pb) menunjukkan bahwa hasil jika merujuk pada
PERMENKES NO. 32 TAHUN 2017 menunjukkan bahwa kadar kandungan logam berat pada
makanan tersebut melebihi ketentuan. Seperti hasil dari Timbal (Pb) sebesar
67,3 mg/kg sedangkan nilai ambang batas yang tertera untuk Timbal (Pb) pada
makanan adalah sebesar 0,05 mg/l. tingginya kadar Pb pada makanan dipenagruhi
oleh cara penjualnya menggoreng atau membuat bahan makanan tersebut dengan
minyak goring yang digunakan berulang kali, karna jikalau minyak goreng yang digunakan
berkali-kali akan menyebabkan tingginya kadar Pb tinggi. Kemudian dilihat dari
tempat penyimpanan makanan tersebut juga tidak layak, karna pemcemaran makanan
oleh Pb yaitu akibat kegiatan transportasi darat yang menghasilkan bahan
pencemar seperti gas CO2, dan tetraethyl lead, yang merupakan bahan logam hitam
(timbal) yang ditambahkan ke dalam bahan bakar berkualitas rendah untuk nilai
oktan.
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik dari
pemeriksaan yaitu menunjukkan bahwa sampel empek-empek telur positif mengandung
logam berat dalam hal ini Timbal (Pb) dan negatife merkuri. Kemudian sampel songkolo
bandang tidak mengandung Logam Berat dalam hal ini yaitu Sianida ( Cn).
B. SARAN
Dalam pelaksaan praktikum hendaknya di
cermati dengan seksama sehingga tidak menimbulkan suatu hal yang tidak
diinginkan.
Kemudian sangat diperlukan kritik dari
pembaca agar tercapainya penyusunan laporan yang lebih baik kedepannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonym; http://khoir-blogz.blogspot.co.id/2011/07/pengertian-logam-berat-dan-contohnya.hmtl
diakses pada tanggal 25 Maret 2018.
Anonym; https://kumparan.com/corry-yanti-manullang/bahaya-pencemaran-merkuri
diakses pada tanggal 25 Maret 2018.
Anonym;https://edukasi.kompas.com/read/2008/09/21/11254074/Bahaya.Logam.Berat.dalam.Makanan
diakses pada tanggal 25 Maret 2018.
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8259590709606321041#allposts
diakses pada tanggal 25 Maret 2018.
Darmono, 1995 (Titin Agustina, 2010), Kontaminasi Logam Berat Pada Makanan dan
Dampaknya pada Kesehatan, diakses pada tanggal 25 Maret 2018.
Inayah, dkk; Modul Praktikum PMM-A; Poltekkes
Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan, 2018.

Komentar